
Pengadilan Militer III-12 Denpasar menyelenggarakan rangkaian kegiatan Tradisi Korps Pelepasan dan Pengantar Tugas bagi dua personel terbaik yang akan melanjutkan pengabdian pada satuan kerja baru, yakni Letkol Chk Muhammad Nur Sakdi, S.H., M.H. dan Kapten Chk Erik Hadi Chandra, S.H., bertempat di Lobby Dewata dan Ruang Sidang Utama Pengadilan Militer III-12 Denpasar.
Kegiatan diawali dengan Upacara Tradisi Korps Pelepasan yang berlangsung khidmat di Lobby Dewata dan dipimpin langsung oleh Kepala Pengadilan Militer III-12 Denpasar, Kolonel Chk Muhammad Rizal, S.H., M.H.
Tradisi korps tersebut menjadi momentum penuh makna dalam melepas dua insan terbaik Pengadilan Militer III-12 Denpasar yang akan mengemban amanah baru. Letkol Chk Muhammad Nur Sakdi, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer III-12 Denpasar, mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas sebagai Kepala Pengadilan Militer V-21 Manokwari. Sementara itu, Kapten Chk Erik Hadi Chandra, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Militer III-12 Denpasar, akan mengemban tugas baru sebagai Panitera Muda Hukum Pengadilan Militer V-21 Manokwari.
Sebagai bagian dari tradisi satuan, dilaksanakan prosesi penciuman bendera satuan kerja sebagai simbol penghormatan dan kecintaan kepada almamater pengabdian, dilanjutkan dengan penanggalan nametag yang menjadi penanda resmi berakhirnya masa penugasan kedua personel tersebut di Pengadilan Militer III-12 Denpasar. Prosesi tersebut sarat akan nilai loyalitas, kehormatan, serta penghargaan atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas.
Selanjutnya, pada pukul 10.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan Acara Pengantar Tugas yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Militer III-12 Denpasar. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar Pengadilan Militer III-12 Denpasar, warga peradilan sahabat, komunitas hukum Dewata, serta para sahabat dan kolega yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Letkol Chk Muhammad Nur Sakdi, S.H., M.H. dan Kapten Chk Erik Hadi Chandra, S.H.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya acara. Berbagai ungkapan apresiasi, kesan, dan pesan disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan pengabdian kedua personel tersebut selama bertugas di Pulau Dewata.
Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan sebuah prosesi istimewa bertajuk “Handover Ceremony”, yakni penyerahan Keris Filosofi Narendratma kepada Letkol Chk Muhammad Nur Sakdi, S.H., M.H.
Keris Narendratma merupakan simbol kepemimpinan yang mengandung makna mendalam. Kata Narendra berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna pemimpin, pengayom, atau sosok yang memikul amanah besar bagi banyak orang. Sementara Atma berarti jiwa, nurani, dan esensi terdalam seorang manusia. Dengan demikian, Narendratma dapat dimaknai sebagai jiwa kepemimpinan yang berpijak pada kebijaksanaan, integritas, keberanian, dan ketulusan dalam mengabdi.
Penyerahan keris tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar nilai-nilai kepemimpinan yang luhur senantiasa menyertai langkah Letkol Chk Muhammad Nur Sakdi dalam mengemban amanah baru sebagai Kepala Pengadilan Militer V-21 Manokwari. Terlebih, satuan kerja yang akan dipimpinnya merupakan satuan yang sedang bertumbuh dan berkembang, sehingga diperlukan semangat perintis atau yang dalam istilah kearifan lokal sering disebut sebagai semangat “babat alas”—membuka jalan, membangun fondasi, serta menghadirkan kemajuan melalui kerja keras, keteguhan, dan pengabdian yang tulus.
Melalui momentum ini, keluarga besar Pengadilan Militer III-12 Denpasar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan oleh Letkol Chk Muhammad Nur Sakdi, S.H., M.H. dan Kapten Chk Erik Hadi Chandra, S.H. selama bertugas di lingkungan Pengadilan Militer III-12 Denpasar.
Doa dan harapan terbaik mengiringi langkah keduanya agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta kesuksesan dalam menjalankan amanah di tempat penugasan yang baru. Semoga pengalaman, semangat, dan nilai-nilai yang telah tumbuh selama bertugas di Pengadilan Militer III-12 Denpasar menjadi bekal berharga dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada akhirnya, meskipun tugas dan tanggung jawab akan membawa keduanya melintasi samudera menuju Tanah Papua, satu hal yang akan selalu abadi adalah ikatan kekeluargaan yang telah terjalin di Pulau Dewata. Bali bukan sekadar tempat bertugas, melainkan rumah yang menyimpan kenangan, persahabatan, dan perjalanan pengabdian yang bermakna. Ke mana pun langkah mengabdi membawa, Pulau Dewata akan selalu menjadi tempat pulang yang paling nyaman, tempat di mana keluarga besar Pengadilan Militer III-12 Denpasar senantiasa membuka pintu dan menyambut dengan hangat setiap kepulangan.
Selamat melanjutkan pengabdian dan mengemban amanah baru. Terima kasih atas dedikasi dan keteladanan yang telah diwariskan. Sampai berjumpa kembali di tanah Dewata, tempat pulang yang tak pernah kehilangan kehangatannya!
We are Beyond Innovation