Binwas, Prosesi “Sasap Suci Pamrasida” dan Pembaharuan WayanMade v2.2

Denpasar – Pengadilan Militer III-12 Denpasar menerima kunjungan kerja Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) dari Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, Marsekal Pertama TNI Syf. Nursiana, S.H., M.H., beserta Tim Pembinaan dan Pengawasan pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan rutin guna memastikan penyelenggaraan peradilan berjalan sesuai dengan ketentuan, prinsip akuntabilitas, serta standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Taklimat Awal, dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap berbagai bidang, wawancara bersama masing-masing bagian, penyampaian Taklimat Akhir, serta evaluasi menyeluruh atas hasil pemeriksaan. Selama pelaksanaan Binwas, tim melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap seluruh aspek penyelenggaraan satuan kerja, meliputi pelaksanaan persidangan, bidang kehakiman, administrasi perkara, kesekretariatan pengadilan, hingga pelayanan publik.

Melalui pemeriksaan tersebut, Tim Binwas akan menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang menjadi pedoman bagi Pengadilan Militer III-12 Denpasar dalam melakukan penyempurnaan tata kelola organisasi. Seluruh rekomendasi yang tercantum dalam LHP wajib ditindaklanjuti oleh satuan kerja dalam jangka waktu paling lama satu bulan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan peradilan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Di sela-sela pelaksanaan Binwas, dilaksanakan pula seremoni peresmian penggunaan bendera (pataka) satuan kerja terbaru sebagai simbol perubahan nomenklatur satuan kerja dari Pengadilan Militer III-14 Denpasar menjadi Pengadilan Militer III-12 Denpasar. Prosesi diawali dengan penyerahan secara simbolis bendera Pengadilan Militer III-12 Denpasar oleh Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya kepada Kepala Pengadilan Militer III-12 Denpasar sebagai penanda resmi penggunaan identitas baru satuan kerja.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal Bali, prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ritual “Sasap Suci Pamrasida”, yaitu upacara penyucian dan pemberkahan yang secara filosofis dimaknai sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar penggunaan pataka baru senantiasa membawa keselamatan, keharmonisan, kelancaran pelaksanaan tugas, serta keberkahan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk meresmikan pembaruan Inovasi Wahana Layanan Masyarakat Dewata (WAYAN MADE) versi 2.2. Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen Pengadilan Militer III-12 Denpasar dalam menghadirkan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

WAYAN MADE versi 2.2 hadir dengan sejumlah penyempurnaan fitur yang semakin memperkuat transformasi digital satuan kerja, di antaranya Integrasi Mandiri Penyimpanan File Satuan Kerja, modernisasi Sistem Informasi Manajemen Penilaian Kinerja (SIMPEKIP), serta Perpustakaan Digital yang mendukung kemudahan akses terhadap berbagai referensi dan regulasi bagi aparatur maupun masyarakat pencari keadilan.

Kepala Pengadilan Militer III-12 Denpasar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pembinaan dan Pengawasan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi. Rekomendasi yang diberikan oleh Tim Binwas akan menjadi pijakan dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan demi mewujudkan lembaga peradilan militer yang modern, profesional, dan berintegritas.

Pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan, peresmian penggunaan pataka baru, serta peluncuran WAYAN MADE versi 2.2 menjadi bukti nyata komitmen Pengadilan Militer III-12 Denpasar dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, integritas, dan pelayanan prima. Semangat tersebut sejalan dengan tagline yang terus diusung oleh Pengadilan Militer III-12 Denpasar, yaitu “Beyond Innovation”, sebagai tekad untuk terus melampaui batas dalam memberikan pelayanan peradilan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

SCAN UNTUK MENYAKSIKAN PROSESI “SASAP SUCI PAMRASIDA” SECARA LENGKAP

We are Beyond Innovation! #BersamaUntukDewata

Skip to content