SEKRETARIS MA : “TAHUN 2017, SELURUH PENGADILAN SUDAH HARUS MEMILIKI SIPP”

Gambar BeritaJAKARTA-HUMAS, Kamis, 18 Februari 2016, bertempat di Pengadilan Tinggi Jakarta, Sekretaris MA, Bapak Nurhadi, SH., MH memberikan pembinaan di hadapan Para Ketua, Panitera, Sekretaris, Pengadilan Tingkat Banding pada empat Lingkungan Peradilan se-wilayah Indonesia. “Peningkatan Pelayanan Publik menjadi prioritas. Terlebih setelah banyak Pengadilan yangmeraih sertifikat ISO 9001:2008. Saya bangga akan kerja keras Bapak dan Ibu dalam upaya meraih ISO” ungkap Sekretaris MA membuka pengarahannya. Terlebih kini, MA tengah berfokus untuk menciptakan Court Excellent. “Menurut saya, court excellent dapat tercipta dengan mengkolaborasikan ISO dan layanan di pengadilan”.Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut lebih lanjut Sekretaris MA menjelaskan mengenai program Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). “Kini SIPP sudah versi 3, dimana teknologinya semakin canggih. Nantinya system ini akan terintegrasi. Jadi jangan heran nanti Pimpinan MA bisa mengetahui hakim siapa mengerjakan perkara apa saja. Bahkan hakim yang jarang sidang juga bisa ketahuan. Target saya di tahun 2017, seluruh pengadilan di Indonesia sudah harus memiliki SIPP” tandasnya lagi.Pembinaan oleh Sekretaris MA ini merupakan rangkaian dari acara utama yakni Penyerahan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 kepad Pengadilan Tinggi Jakarta dan Pengadilan Negeri wilayah DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, Bapak Made Rawa Aryawan, SH., M.Hum menyampaikan bahwa sertifikat ISO ini merupakan upaya memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi para pencari keadilan. “Penerapan sisitem manajemen mutu ISO 9001:2008 juga sejalan dengan reformasi birokrasi yang penekanannya pada area pemberian pelayanan prima, Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani dengan memberdayakan dan meningkatkan kualitas SDM. Memaksimalkan fungsi dan perwatan sarana dan prasarana serta pemutakhiran manajemen adiminstrasi, baik teknis maupun non teknis” sambungnya lagi.Ke depannya, Ketua Pengadilan Tinggi berharap setelah diraihnya sertifikat ISO ini harus ada peningkatan output dan terus menerus memantau kelemahan-kelemahan yang ada dan memperbaikinya tanpa henti agar ekspektasi pencari keadilan terpenuhi dan kepercayaan public pada pengadilan dapat diraih. (ifah/humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*